
GROBOGAN – Pemerintah Kabupaten Grobogan resmi memulai implementasi Smart Public Safety Center atau Smart PSC 119 sebagai langkah strategis memperkuat pelayanan kegawatdaruratan medis dan penanganan kecelakaan secara cepat, tepat, terintegrasi, dan berbasis data.
Program tersebut ditandai melalui Kick-off Ceremony Smart PSC 119 Kabupaten Grobogan yang digelar di Hotel Grand Master Purwodadi, Selasa, 16 Juni 2026. Kick-off secara resmi dibuka oleh Bupati Grobogan Setyo Hadi serta dihadiri perwakilan National IT Industry Promotion Agency (NIPA) Republik Korea, Beomho, perangkat daerah, rumah sakit, puskesmas, PMI, perguruan tinggi, relawan ambulans, dan unsur masyarakat.
Smart PSC 119 merupakan program hibah dari Pemerintah Republik Korea melalui NIPA yang berada di bawah naungan Ministry of Science and ICT atau MSIT. Implementasinya dilaksanakan melalui kerja sama pengelolaan smart public safety antara Pemerintah Kabupaten Grobogan dan PT Beomho Teknologi Service sebagai perwakilan Beomho IT Co., Ltd. Korea Selatan di Indonesia.
Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Korea, NIPA, dan Beomho atas dukungan yang diberikan kepada Kabupaten Grobogan. Pemerintah daerah menyatakan siap bersinergi dan mengawal pelaksanaan program tersebut agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Bupati, Smart PSC 119 bukan sekadar aplikasi, melainkan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi yang dirancang untuk memperbaiki seluruh rantai penanganan keadaan darurat, mulai dari penerimaan laporan, identifikasi lokasi kejadian, pengerahan ambulans, koordinasi petugas, hingga penentuan fasilitas kesehatan rujukan.
Program ini diharapkan mampu memperkuat layanan kegawatdaruratan medis, penanganan kecelakaan lalu lintas, serta berbagai kejadian lain yang membutuhkan respons cepat. Melalui integrasi sistem, GPS ambulans, CCTV, command center, informasi kapasitas rujukan, dan aplikasi pemantauan korban pascakecelakaan, petugas dapat mengambil keputusan secara lebih cepat dan akurat.
Kehadiran Smart PSC 119 dinilai penting mengingat karakteristik wilayah Kabupaten Grobogan yang luas. Kabupaten ini memiliki luas sekitar 202 ribu hektare, terdiri atas 19 kecamatan dan 280 desa serta kelurahan, dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 juta jiwa pada 2025.
Permukiman penduduk tersebar di wilayah perkotaan, perdesaan, kawasan pertanian, dan sekitar kawasan hutan. Wilayah tersebut terhubung oleh jalan kabupaten sepanjang sekitar 942 kilometer dan jalan provinsi sepanjang 213 kilometer. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam memastikan layanan darurat dapat menjangkau seluruh masyarakat secara cepat.
Urgensi penguatan pelayanan kedaruratan juga terlihat dari data kecelakaan lalu lintas dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 1.034 kecelakaan dengan 81 korban meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat menjadi 1.148 kejadian dengan 175 korban meninggal pada 2024. Sementara pada 2025, tercatat 1.068 kecelakaan dengan 157 korban meninggal dunia.
Data tersebut menunjukkan bahwa waktu respons menjadi faktor penting dalam menyelamatkan korban. Keterlambatan menerima laporan, memastikan titik kejadian, mengirim ambulans, atau menentukan fasilitas rujukan dapat memengaruhi keselamatan dan peluang hidup pasien.
Kabupaten Grobogan sebenarnya telah memiliki layanan PSC 119 SI SIGAP yang berkantor di Jalan Gajah Mada Nomor 19, Purwodadi. Layanan itu didukung satu ambulans gawat darurat, dua ambulans transportasi, layanan panggilan darurat 119 melalui AVAYA, dan 13 personel.
Jejaring pelayanan PSC 119 mencakup 30 UPTD puskesmas, tiga rumah sakit pemerintah, sembilan rumah sakit swasta, PMI, serta organisasi sosial lainnya. Sepanjang 2025, PSC 119 SI SIGAP tercatat memberikan sebanyak 733 layanan kepada masyarakat.
Namun, masih terdapat sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan ketenagaan, perlunya standardisasi kualitas operator dan jejaring ambulans, integrasi aplikasi, pemanfaatan GPS, pemantauan CCTV, serta konsistensi pelaporan dan informasi kapasitas fasilitas rujukan. Smart PSC 119 diharapkan menjawab berbagai tantangan tersebut melalui sistem yang lebih terintegrasi.
Keberhasilan Grobogan memperoleh program hibah tersebut melalui proses yang cukup panjang. Persiapan proposal dimulai pada akhir Desember 2025, dilanjutkan koordinasi teknis dan peninjauan lapangan pada Februari 2026, audiensi serta kesepakatan dengan Beomho, hingga tindak lanjut hasil seleksi pada Juni 2026.
Proposal Kabupaten Grobogan harus bersaing dengan sekitar 50 proposal dari berbagai pemerintah daerah di dunia. Grobogan kemudian terpilih sebagai salah satu dari tiga proposal yang memperoleh dukungan dalam program Software New Industry Global Reference Support Competition yang diselenggarakan NIPA.
Pemerintah Kabupaten Grobogan menegaskan bahwa kick-off tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari kerja bersama. Tahapan selanjutnya meliputi pemutakhiran data dasar, penyusunan standar operasional prosedur lintas sektor, pelatihan operator dan petugas ambulans, simulasi pelayanan, penetapan indikator kinerja, serta evaluasi secara berkala.
Dinas Kesehatan bersama rumah sakit dan puskesmas akan memperkuat kesiapan pelayanan medis. Dinas Perhubungan dan Dinas Komunikasi dan Informatika mendukung penyediaan data, CCTV, jaringan, dan infrastruktur teknologi. Sementara DPUPR, BPBD, kecamatan, PMI, relawan ambulans, perguruan tinggi, BUMD, dan media akan berkontribusi sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing.
Smart PSC 119 juga menjadi bagian dari pengembangan konsep smart city di Kabupaten Grobogan, khususnya pada aspek smart living, smart mobility, dan smart governance. Sistem tersebut tidak hanya mendukung pelayanan kesehatan, tetapi juga memperkuat keselamatan masyarakat, koordinasi penanganan kecelakaan, serta tata kelola pelayanan publik yang modern dan berbasis data.
Bupati meminta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Grobogan mengawal pelaksanaan program secara serius serta memanfaatkan dukungan teknologi yang tersedia secara maksimal. Kerja sama dengan Pemerintah Republik Korea, NIPA, dan Beomho juga diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya dalam pelayanan kedaruratan, tetapi juga untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan daerah.
Melalui Smart PSC 119, masyarakat diharapkan memperoleh pelayanan pra-rumah sakit yang lebih cepat dan terkoordinasi. Laporan keadaan darurat dapat diterima dengan lebih jelas, lokasi kejadian diketahui secara lebih pasti, ambulans dapat diarahkan secara efisien, dan korban lebih cepat memperoleh pertolongan serta rujukan medis yang sesuai.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah, “Grobogan Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” melalui peningkatan kualitas kesehatan, keselamatan masyarakat, dan pelayanan publik yang prima.





