1. Home
  2. »
  3. Bidang IKPSDA
  4. »
  5. Bapperida Grobogan Memberikan Arahan pada Pelatihan Wirausaha bagi Warga Terkena Dampak Program FMNJP
Bapperida Grobogan Memberikan Arahan pada Pelatihan Wirausaha bagi Warga Terkena Dampak Program FMNJP

Bapperida Grobogan Memberikan Arahan pada Pelatihan Wirausaha bagi Warga Terkena Dampak Program FMNJP

BAPPERIDA Kabupaten Grobogan memberikan arahan dalam kegiatan Pelatihan Wirausaha bagi Warga Terkena Dampak (WTD) Program Flood Management North Java Project (FMNJP) yang dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026, di Balai Desa Kronggen, Kecamatan Brati. Kegiatan tersebut diikuti oleh 11 kepala keluarga warga terdampak Program FMNJP di Desa Kronggen. Hadir dalam kegiatan tersebut Kunto Bimaji, Kasubdit Pertanian dan Pangan Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu, arahan dari BAPPERIDA Kabupaten Grobogan disampaikan oleh Candra Yulian Pasha, S.T., Kepala Bidang Infrastruktur, Kewilayahan, Perekonomian dan Sumber Daya Alam (IKPSDA). Materi yang disampaikan menempatkan pemulihan mata pencaharian warga terdampak sebagai bagian penting dalam pelaksanaan Program FMNJP.

Dalam arahannya, Candra menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur pengendalian banjir melalui Program FMNJP perlu berjalan seiring dengan Livelihood Restoration Program (LRP) untuk memastikan masyarakat terdampak tetap memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Upaya tersebut selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Grobogan, khususnya penguatan ekonomi sektor unggulan, pengurangan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan ketangguhan wilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui LRP, 11 warga terdampak diharapkan tidak hanya mampu memulihkan mata pencahariannya, tetapi juga meningkatkan keterampilan, kesempatan berusaha, dan kemandirian ekonomi keluarga.

BAPPERIDA menekankan bahwa pelatihan wirausaha perlu diarahkan menjadi proses pemberdayaan yang berkelanjutan. Strategi yang didorong mencakup pemulihan mata pencaharian, peningkatan keterampilan, diversifikasi usaha, dan penguatan pendapatan keluarga, yang dilanjutkan melalui pendampingan, bantuan usaha produktif, akses pasar dan permodalan, serta penguatan kelompok usaha. Dukungan tersebut dilakukan secara lintas perangkat daerah, antara lain melalui sektor pertanian, peternakan, ketenagakerjaan, serta koperasi dan UMKM. Khusus pengembangan wirausaha, warga terdampak berpeluang diperkuat melalui pelatihan usaha mikro, pengemasan dan branding, pembukuan sederhana, pengembangan jejaring pasar, kemitraan, serta fasilitasi akses pembiayaan agar usahanya semakin mandiri dan berkembang.

Melalui pelatihan ini, BAPPERIDA Kabupaten Grobogan berharap bantuan dan peningkatan kapasitas yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi benar-benar berkembang menjadi usaha produktif yang mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga. Warga terdampak didorong untuk berani memulai dan mengembangkan usaha, melakukan pencatatan usaha secara sederhana, memanfaatkan jejaring, serta terus meningkatkan keterampilan sesuai potensi masing-masing. Harapan akhirnya adalah agar warga terdampak kembali produktif, usahanya berjalan, pendapatannya pulih, semakin mandiri, dan kesejahteraan keluarganya meningkat, sehingga pembangunan infrastruktur FMNJP tidak hanya memberikan manfaat dalam pengendalian banjir, tetapi juga diikuti dengan pemulihan penghidupan masyarakat terdampak secara berkelanjutan.

Bagikan :

Comments are closed.

Loading...